Patofisiologi obesitas adalah

Perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat.

Hipotesis glukostatik Hipotesis ini menyatakan bahwa penurunan kadar glukosa darah akan meningkatkan nafsu makan. Periode apnoe atau hipopnoe okstruktif ini disebabkan karena penutupan sempurna atau sebagian dari aliran udara faring.

Diposting oleh. Sensitivitasa penghambatan lipolisis dalam sel lemak individu obes naik. Kerja melanocyte-stimulating hormone MSH juga diperlukan untuk memberikan respons terhadap leptin. Kondisi tersebut disebabkan oleh peran mesin-mesin serba otomatis yang menggantikan hampir semua pekerjaan manusia.

Kesenangan makan malam hari, ada hubungannya dengan stres psikologik Makan yang selalu disediakan sebagai menghilangkan rasa bosan, sendiri, atau cemas. Hormon2 yang sangat penting berhubungan dengan obesitas adalah insulin dan cholecystokinin.

Juga terjadi pelepasan adiponektin dan adipocytokine like TNF-a dan IL-6 yang meningkatkan nafsu makan. Studi genome wide scans terhadap berbagai populasi yang berbeda telah mengidentifikasi berbagai lokus yang berhubungan dengan obesitas terletak pada kromosom 2,5,10,11 dan Kelainan genetik pasda sifat kimiai penyimpanan lemak juga diketahui menyebabkan obesitas pada beberapa turunan tikus dan mencit.

Pada anak laki-laki, penisnya terlihat kecil karena sebagian organ tersebut tersembunyi dalam jaringan lemak pubis. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Regulasi BB dapat terjadi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Orexin dan mediator lain yang diproduksi hipothalamus bekerja dalam mekanisme umpan balik sentral yang mengatur perilaku makan. Diantara laki-laki dan wanita umur 35 sampai 60 tahun, risiko diabetes 3 kali lebih besar pada kelompok yang mengalami penambahan berat badan seberat 5 sampai 10 kg sejak mereka berusia 18 sampai 20 tahun, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengalami penambahan berat badan tidak lebih dari 2 kg.

Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. Obstructive Sleep Apnea OSA Obstructive sleep apnea OSA merupakan kelainan pernafasan pada saat tidur, dimana terjadi penurunan aliran udara pada saat bernafas yang akan menyebabkan hipoksemia dan hiperkapnia.

Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi.

Dengan demikian jika glukose darah dan kadar trigliserid naik setelah makan, insulin merangsang penyimpanan lemak dan menghambat lipolisis, sedangkan pada puasa dan olah raga merangsang lipolisis tanpa dilawan oleh insulin. Patogenesis yang mendasari sindrom dismetabolik sampai saat ini belum jelas, namun terdapat hipotesis yang kuat bahwa resistensi insulin merupakan dasar patogenik yang umum.

Prevalensi obesitas juga mengalami peningkatan pada kelompok anak-anak dan remaja. Pengeluaran energi ditentukan oleh aktivitas fisik, laju metabolisme dan thermogenesis.

Pembentukan leptin mengalami peningkatan akibat pengaruh glukokortikoid, estrogen serta insulin dan menurun karena pengaruh a-adrenergic agonist. Obesitas, keadaan kelebihan penyimpanan trigliserid mengakibatkan suatu efek penting pada proses metabolisme di jaringan adipos Sebagai konsekwensi metabolik dan patologik obesitas, terjadi kenaikan penyimpanan trigliserid yang berkelanjutan dan berat badan menjadi berlebihan.

Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.

Keadaan ini jelas menyebabkan jalur satu arah, lemak secaran terus menerus disimpan walaupun tidak pernah dilepaskan.

Patofisiologi Obesitas

Jenis pengobatan ini lebih peka terhadap pengobatan daripada jenis obesitas sepanjang hidup. Pathophysiology and Clinical Management.

Orang yang mempunyai kelebihan sel lemak dianggap memiliki pengaturan lemak lebih tinggi oleh mekanisme otoregulasi umpan balik neurogenik untuk pengendalian jaringan adsiposa. Disamping itu terdapat interaksi antara faktor genetik dengan kelebihan asupan makanan padat dan penurunan aktifitas fisik.patofisiologi obesitas Nurul Widdad Pada bayi (infant),penumpukan lemak terjadi akibat pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini,terutama apabila makanan tersebut memiliki kandungan karbohidrat, lemak, dan protein yangtinggi.

Patofisiologi dan Diagnosis Obesitas Alwi Shahab Bagian Penyakit Dalam FK Unsri/RSMH Palembang I. Pendahuluan Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori sehingga menyebabkan kelebihan akumulasi lemak didalam tubuh. Berat badan pada obesitas 38% lebih berat dari normal, jika 45% dinamakan berat obesitas yang berlebih Sebagai penyebabnya: pemakaian yang tidak efektif pada mobilisasi lemak dari depo lemak oleh lipase jaringan, sedangkan sintesis dan penyimpanan lemak berjalan kennelsalasana.com: kennelsalasana.com Sebagian besar kegemukan dan obesitas adalah karena makan berlebihan.

Hal ini tergolong dalam obesitas primer. Sisanya, disebabkan karena penyakit atau gangguan hormonal atau kelainan genetis yang tergolong dalam obesitas kennelsalasana.com: ALBADAN.

· Konsepnya adalah mengeluarkan racun dari dalam tubuh: mengapa kelebihan karbohidrat menyebabkan obesitas makanan yang membuat berat badan naik dengan cepat penyebab meningkatnya obesitas Author: cara menurunkan berat badan.

· Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi.

Patofisiologi obesitas adalah
Rated 0/5 based on 47 review